Cerita Korban Doni Salmanan Ngaku Tabungan Ludes Hingga Utang ke Bank

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Tersangka penipuan investasi opsi biner aplikasi Quotex, Doni M Taufik alias Doni Salmanan (tengah) digiring petugas keluar ruangan usai pelimpahan tahap kedua di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung.
Tersangka penipuan investasi opsi biner aplikasi Quotex, Doni M Taufik alias Doni Salmanan (tengah) digiring petugas keluar ruangan usai pelimpahan tahap kedua di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah korban trading yang diduga penipuan dari terdakwa kasus aplikasi Quotex Doni Salmanan, hadir di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (4/8/2022). Mereka ingin melihat dan mendengar persidangan perdana kasus tersebut.

Salah seorang korban Thio (33 tahun) asal Sumedang sengaja datang ke PN Bale Bandung untuk menghadiri persidangan Doni Salmanan. Dia mengaku, mengalami kerugian hingga mencapai Rp 183 juta akibat mengikuti trading dengan afiliator Doni Salmanan.

Baca Juga

"Total kerugian Rp 183 juta dalam kurun waktu enam bulan," ujarnya yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di salah satu bank BUMN.

Dia mengaku, pertama kali melihat Doni Salmanan di media sosial Youtube dan Instagram. Saat itu, terdakwa menjanjikan berbagai hal kepada mereka yang mengikuti trading yang diikuti olehnya.

"Awalnya lihat di Youtube dan Instagram, lihatnya kan manis banget, tapi pas ikutan pakai link dia kenapa ada lost terus sedangkan lihat di youtube profit terus itu," ujarnya.

Thio mengaku, masih mengikuti trading yang diikuti Doni Salmanan meski terus kalah. Hingga akhirnya tersadarkan saat melihatnya ditangkap aparat kepolisian akibat diduga melakukan penipuan kepada masyarakat.

"Seolah tidak sadar. Sadar itu pas Doni ditangkap saat ramai di media dan di instagram juga jadi silent. Kemudian lihat informasi yang berkembang bahwa dia penipuan, baru sadar," katanya.

Dia berharap, uang yang hilang bisa kembali. Apalagi, uang yang digunakan untuk kegiatan trading berasal dari uang tabungan dan menjual motor. "Harapannya uang yang dia tipu bisa kembali. Uang tabungan dan jual motor," katanya.

Salah seorang korban lainnya Yogi (33 tahun) mengaku, kehilangan uang akibat trading yang diduga penipuan dengan afiliator Doni Salmanan mencapai Rp 35 juta. Dia pun mengikuti trading yang diduga penipuan dengan afiliator Indra Kenz mencapai ratusan juta.

"Rp 153 juta totalnya kurang dari 10 bulan, modal bengkel pinjaman dari bank dan perorangan," katanya. Ia pun harus membayar cicilan atas uang yang telah hilang tersebut.

Tersangka dikenakan pasal 45a ayat 1 junto pasal 28 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE ditambah UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU 11 tahun 2008. Pasal 3 dan Pasal 4 UU 8/2010 tentanf TPPU.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Doni Salmanan Ajukan Eksepsi Atas Dakwaan Jaksa

JPU: Doni Salmanan Gunakan Keuntungan dari Qoutex untuk Biaya Nikah dan Bagi-Bagi ke Artis

Jaksa Sebut 5 Artis Terima Pemberian Doni Salmanan

Jaksa: 25 Ribu Orang Kepincut Aplikasi Quotex dari Ajakan Doni Salmanan

Korban Doni Salmanan Datangi Pengadilan, Akui Tabungan Ludes Hingga Utang ke Bank

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image