Tabungan Nasabah BRI Dikuras Komplotan Penipu

Rep: Djoko Suceno/ Red: Agus Yulianto

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo. | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah nasabah Bank BRI menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp 800 juta. Komplotan penipu ini melancarkam aksinya dengan memanfatkan teknologi informasi. 

Pelaku yang berjumlah tiga orang ini menipu korbannya yang menyamar sebagai petugas customer servis Bank BRI. Kasus ini berhasil diungkap Satreskrim Polres Cimahi. 

"Komplotan ini memanfaatkan teknologi informasi dalam melancarkan aksinya," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo di Mapolda, Senin (15/8/2022).

Dalam aksinya, kata Tompo, komplotan ini mengirim pesan whatsaap kepada para korbannya. Pesan dalam bentuk link informasi yang seolah-olah dari wibesite resmi BRI ini memberikan informasi kepada nasabahnya. Isi pesan dalam link tersebut memuat informasi perubahan tarif berbagai layanan bagi nasabah.

"Nasabah yang menjadi korban mengakses link tersebut dan mengisi aplikasi palsu. Data-data milik korban, termasuk nomor rekening, digunakan pelaku untuk membobol uang milik korban di dalam rekening," kata dia.

Para korban, lanjut Tompo, merupakan warga Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan komplotan penipun merupakan warga Kabupaten Ogan Komiring Ilir (OKI), Provinsi Sumsel. 

Dalam menjalankan aksinya pelaku berada di OKI, Sumsel, dan menggunakan jaringan telepon seluler. Sedikitnya, kata dia, ada enam nasabah yang tertipu oleh komplotan ini. 

Korban rata-rata mengalami kerugian mulai dari Rp 50 juta, Rp 250 juta, hingga Rp 500 juta. Para pelaku menghubungi korban dengan telepon seluler dan mengaku sebagai karyawan BRI. 

Pelaku memandu korbannya agar mengisi aplikasi palsu yabg telah disiapkan sebelumnya. "Komplotan ini mengaku sebagai petugas BRI untuk mengelabui korbannya. Padahal mereka bukan karyawan BRI," tutur dia.

Tiga tersangka yang diringkus polisi, lanjut Tompo, yaitu DM (21 tahun) warga Desa Ujungtanjung, Kecamatan Tulung Selatan, Kabupaten OKI, Sumsel. Dia berperan sebagai operator. RP (28) warga Desa Ujungtanjung, Kecamatan Tulung Selatan, Kabupaten OKI, Sumsel, dengan peran sebagai operator sekaligus pemilik rekening untuk menampung uang hasil kejatan. Tersangka Al (23) warga Desa Ujungtanjung, Kecamatan Tulung Selatan, Kabupaten OKI, Sumsel, memiliki peran sebagai pengumpul dan pengirim dokumen elektronik milik para korban. 

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 45 a ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik." Kami masih mengembangkan kasus ini dengan mengejar beberapa pelaku lainnya yang masuk dalam DPO," ucap dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


BRI Danareksa Sekuritas Bidik Investor Retail Milenial 

BRI Kembali Sponsori Liga 1, Erick Optimistis Sepak Bola Nasional Makin Maju

BRI Target Salurkan KPR ke Segmen Milenial Rp 500 Miliar

BRI Terbitkan Green Bond Senilai Rp 5 Triliun, Catat Batas Tanggal Penawarannya

BRI Catat Fee Based Income Bisnis Bancassurance Rp 372 Miliar

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image