Wagub Uu Nilai OPOP Jadi Stimulus Pesantren Kembangkan Usaha

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Rahmat Santosa Basarah

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (tengah) bersama Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) menggunting pita saat peresmian Mal Pelayanan Publik Kota Bandung di Jalan Cianjur, Batununggal, Kota Bandung, Selasa (23/8/2022). Pemerintah Kota Bandung meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang memiliki 97 layanan dari 28 gerai instansi internal dan eksternal. MPP tersebut bertujuan untuk meningkatkan serta memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, aman, nyaman dan terjangkau. Republika/Abdan Syakura
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (tengah) bersama Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) menggunting pita saat peresmian Mal Pelayanan Publik Kota Bandung di Jalan Cianjur, Batununggal, Kota Bandung, Selasa (23/8/2022). Pemerintah Kota Bandung meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang memiliki 97 layanan dari 28 gerai instansi internal dan eksternal. MPP tersebut bertujuan untuk meningkatkan serta memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, aman, nyaman dan terjangkau. Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG --Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muslim Kota Sukabumi dalam rangka Siaran Keliling (Sarling) Jabar, beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat peningkatan usaha Ponpes Al-Muslim usai bergabung dengan program One Pesantren One Product (OPOP). Menurut Uu Ruzhanul, program OPOP mampu menstimulus Ponpes Al-Muslim mengembangkan usahanya.

Hal itu terlihat, kata dia, dari pengembangan produk. Selain kaos, Ponpes Al-Muslim dapat menghadirkan produk fesyen lainnya sekaligus membuka usaha baru di sektor perikanan. 

"OPOP adalah bukti keseriusan Pemda Provinsi mengembangkan ekonomi pesantren. Kami bersyukur gagasan ini menjadi maslahat, minimal pesantren ada penghasilan untuk biaya kebutuhan sehari-hari," ujar Uu. 

Selain itu, kata Uu, Sarling Jabar sendiri bertujuan untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus memantau keberlangsungan program-program Pemda Provinsi Jabar.

"Termasuk memantau OPOP, UMKM dan program lainnya. Sehingga ada kesimpulan, bagaimana efeknya, bagus atau tidak. Harapan saya pemerintah setiap programnya didorong dan didukung masyarakat," kata Uu. "Masyarakat jangan tanggung-tanggung bangun komunikasi dengan kami, sehingga kami paham apa keinginan masyarakat," imbuhnya.

Sementara menurut Pimpinan Ponpes Al-Muslim Yusuf Mulyadin, santri Ponpes Al-Muslim, selain belajar ilmu agama, mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Salah satunya membudidayakan lele dan ikan mas. Hal itu, kata Yusuf, dapat berlangsung karena dukungan program OPOP. 

"Alhamdulillah hadir keberkahan, pendampingan OPOP tidak hanya di awal, tapi pendampingan terus dilakukan. Teranyar kini kita belajar budi daya ikan," kata Yusuf. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ihsanudin: Tolak Kenaikan BBM, Berantas Mafia Migas

Jabar Gelar Muharram Festival

DPRD Jabar Tinjau Penopang Jembatan Cigereuh, Kabupaten Bandung yang Rusak

DPRD Jabar Apresiasi Surat Edaran Siaran Keagamaan KPID Jabar

Paguyuban Sunda Pangumbaran Dukung Ridwan Kamil Nyapres

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image