Menparekraf Dukung Konsep Ecotourism di Kebun Raya Bogor

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Badan Riset dan inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah pihak lintas bidang Organisasi Riset (OR) dan peneliti IPB University, melakukan penelitian dampak cahaya buatan dari wisata malam GLOW, terhadap flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Bogor (KRB).
Badan Riset dan inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah pihak lintas bidang Organisasi Riset (OR) dan peneliti IPB University, melakukan penelitian dampak cahaya buatan dari wisata malam GLOW, terhadap flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Bogor (KRB). | Foto: PT Mitra Natura Raya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyambut positif rencana pengelola Kebun Raya Bogor (KRB), PT Mitra Natura Raya (MNR), yang akan segera mengujicobakan konsep ecotourism. Sebab, konsep ini akan mengedepankan aspek konservasi hingga edukasi. 

Dengan begitu, kata dia, masyarakat yang berkunjung tidak hanya berwisata menikmati keasrian KRB, tapi juga memperoleh edukasi. “Saya ucapkan terima kasih kepada pengelola yang terus menampung aspirasi masyarakat agar KRB ini dijaga dari segi keberlanjutannya namun juga membuka peluang masyarakat mendapatkan berkesempatan wisata dan edukasi,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (5/9).

Diketahui, PT MNR memenangkan beauty contest pengelolaan empat kebun raya pada 2019. Dalam kurun tiga tahun terakhir ini, PT MNR melakukan pembenahan dan inovasi, sehingga fungsi kebun raya dalam edukasi dan wisata dapat berjalan optimal. "Sekaligus mendukung tiga fungsi lainnya, yaitu konservasi, penelitian serta jasa lingkungan," kata Sandi. Pada 2021, PT MNR menghadirkan sarana edukasi dan wisata malam pertama serta terbesar di Indonesia yang bernama GLOW.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyebutkan, untuk menjalankan fungsi konservasi, Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya BRIN berperan sebagai pengelolanya. Adapun Deputi Infrastruktur melalui Direktorat Laboratorium dan Kawasan Sains dan Teknologi BRIN untuk mengelola laboratorium penelitian, serta Deputi Infrastruktur melalui Direktorat Koleksi berperan untuk pemeliharaan koleksi. 

“Kami memiliki komitmen yang sama dengan masyarakat bahwa Kebun Raya Bogor ini adalah aset bangsa yang harus selalu dijaga dan dapat dioptimalkan untuk kemajuan masyarakat. Karena itu terobosan dan inovasi harus terus dilakukan tanpa meninggalkan akar budaya yang ada,” tegas Handoko.

Di samping itu, dia menjelaskan, program GLOW memiliki nilai edukasi yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Dengan metode komunikasi yang adaptif sesuai perkembangan zaman saat ini, BRIN berharap, KRB dapat menjadi tujuan dan rujukan bagi anak-anak muda. 

Tidak hanya berwisata, kata dia, namun lebih jauh lagi untuk memahami akar budayanya serta meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan alam.

“Sesuai regulasi, fungsi kebun raya meliputi konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan. Program GLOW yang dijalankan PT MNR telah meliputi fungsi edukasi dan pendidikan serta tetap mendukung BRIN untuk menjalankan tiga fungsi lainnya sehingga amanat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tetap terjaga,” kata Handoko. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Kebun Raya Bogor Hadirkan Program Ini Bagi Para Wisatawan yang Berkunjung

Menparekraf Ajak Sektor Usaha dan Swasta Kembangkan Destinasi Desa Wisata

BRIN: Peninggalan Kerajaan Dharmasraya di Sumatera Perlu Penggalian Lanjutan

Tunjangan Kepala BRIN Ditetapkan Rp 49,86 Juta per Bulan

BRIN: Lampu Hias Glow Kebun Raya Bogor tak Pengaruhi Tanaman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image