Ihsan Akui Catut Nama Ade Yasin soal Uang Sekolah Eks Kepala BPK Jabar

Red: Agus Yulianto

Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin (tengah).
Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin (tengah). | Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Terdakwa dugaan suap terhadap auditor BPK Perwakilan Jawa Barat Ihsan Ayatullah mengaku, telah mencatut nama Bupati Bogot nonaktif Ade Yasin. Pencatutan itu terkait soal pemberian uang untuk biaya sekolah eks Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Agus Khotib.

Ihsan yang merupakan Kasubid Kasda BPKAD Kabupaten Bogor saat memberi keterangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Senin (5/9/2022). Dia menyebutkan, bahwa dirinya mencatut nama Ade Yasin untuk memperoleh dana lebih dari Sekretaris Dinas PUPR Maulana Adam.

Baca Juga

Menurut Ihsan, ada permintaan lebih dari auditor BPK bernama Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa dengan alasan untuk biaya sekolah Agus Khotib dari semula Rp 70 juta menjadi Rp 100 juta.

"Biar Maulana Adam ikut (percaya) dengan saya, jadi saya sebut nama Ibu (Ade Yasin). Awalnya Hendra menyebutkan Rp 70 juta, kemudian meminta Rp 100 juta dibuletin," kata Ihsan.

Sementara, Ade Yasin mengaku, tak tahu mengenai adanya permintaan biaya sekolah dari Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat. Ia bahkan tidak mengenal secara personal Agus Khotib.

"Saya tidak tahu karena yang tadi sebutkan kepentingan saya hanya di 'entri' dan 'exit miting'. Selebihnya, tugas dinas masing-masing," kata Ade Yasin.

Dia merasa heran atas tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya bahwa telah memerintahkan untuk menggenapkan uang untuk Agus Khotib.

"Tidak ada, saya kenal Agus Khotib sebagai Kepala Perwakilan Jawa Barat, apa mungkin Kalan (Agus Khotib) meminta uang segitu, Kalan itu kelasnya gubernur," tuturnya.

Sidang yang dipimpin Ketua Hakim Hera Kartininsih ini menghadirkan empat orang terdakwa, yaitu Ade Yasin, Kasubid Kasda BPKAD Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas PUPR Adam Maulana, serta PPK Dinas PUPR Rizki Tufik Hidayat. Keempatnya hadir secara tatap muka untuk diperiksa sebagai terdakwa sekaligus saksi.

Pada persidangan sebelumnya, tersangka auditor BPK, Anthon Merdiansyah membantah adanya permintaan uang untuk biaya kuliah eks Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Barat Agus Khotib kepada terdakwa Bupati nonaktif BogorAde Yasin.

Dia sebagai Penanggung Jawab Tim Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jawa Barat di Pemerintah Kabupaten Bogor mengaku, tidak pernah meminta uang, baik kepada Ade Yasin maupun terdakwa Ihsan Ayatullah sebagai Kasubid Kasda BPKAD Kabupaten Bogor.

"Terkait sekolah, saya tidak pernah memberitahukan bahwa Pak Kalan (Agus Khotib) butuh uang. Saya tidak pernah ngomong sama Ihsan," ungkap Anthon saat menjadi saksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan suap di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (24/8).

Anthon mengaku, pernah bertemu dengan Ade Yasin pada Oktober 2021, tapi tidak berkaitan dengan dugaan pengkondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Pasalnya, meski menjabat sebagai penanggung jawab, Anthon tidak memiliki kewenangan dalam mengondisikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD). "Tidak punya kewenangan. (Semua pemeriksa) tidak," kata Anthon.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ade Yasin Terisak-isak di Persidangan Merasa Difitnah Terlibat Suap

Sambil Terisak di Persidangan, Ade Yasin Sebut Dirinya Difitnah Terlibat Suap

Tersangka auditor BPK bantah ada pengondisian WTP dengan Ade Yasin

Jaksa Hadirkan Kadin dan Pengusaha di Kasus Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin

Saksi-Saksi Sebut Dinas PUPR Kabupaten Bogor Jadi Sasaran Pemerasan Auditor BPK

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image