Politik Identitas Sulit Terjadi Jika PDIP dan PKS Gabung KIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Pakar Komunikasi Politik - Emrus Sihombing.
Pakar Komunikasi Politik - Emrus Sihombing. | Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing mengusulkan, pembentukan poros koalisi antara Golkar, PAN, PPP, PDIP, dan PKS. Menurutnya, hal itu akan membendung adanya kemungkinan upaya pihak lain ketika hendak menggunakan politik identitas dan agama.

Selain itu, komposisi itu juga akan mendorong bangsa Indonesia ke arah politik yang berlandaskan program dan gagasan. "Kalau bangsa ini ingin kita bawa pada politik berbasis program pembangunan ekonomi, sejatinya koalisi PDIP, Golkar, PPP, dan PKS berada di satu kesatuan," kata Emrus dalam keterangan, Selasa (8/11).

Dia menilai, Pilpres 2024 akan lebih nyaman ketika PDIP dan PKS berada dalam satu barisan dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Menurutnya, politik Indonesia sangat cair, termasuk dalam berkoalisi.

"Konteksnya bukan PDIP bergabung dengan KIB, tetapi ada titik kepentingan bersama kalau mereka berkoalisi. Kan, kalau PDIP bergabung, seolah-olah PDIP yang subordinat," ujarnya.

Menurutnya, setiap partai memiliki posisi yang sama. Peluang kerja sama antara partai anggota KIB dan PDIP juga sangat terbuka. Emrus memprediksi, PDIP akan menggandeng partai lain dalam Pilpres 2024.

"Karena kecil kemungkinan PDIP mengusung calon sendiri, sekalipun cukup. Pasti mereka ingin mewujudkan politik gotong royong dengan berkoalisi," tegasnya.

Kemudian Emrus juga menolak, adanya wacana yang menyatakan ketidakmungkinan PDIP dan PKS berada dalam satu koalisi. Dia menjabarkan, tiga alasan PDIP bisa bersama satu koalisi dengan PKS. Pertama, kedua partai berkoalisi di pilkada. Kedua, perpolitikan Indonesia sangat cair, tidak hitam-putih. Ketiga, PKS juga partai yang bhinneka tunggal ika.

"Oleh karena itu, tidak ada salahnya dicoba dulu. Satukan bangsa ini, jangan dikotak-kotakkan lagi," ungkapnya.

Di sisi lain, Emrus menyarankan, agar Gerindra, Nasdem, Demokrat, dan PKB juga membentuk poros koalisi. "Kalau ada dua koalisi ini, saya kira akan bagus sekali. Menurut hipotesis saya tidak muncul lagi politik identitas sempit," ucapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Kinerja Erick Thohir Bangkitkan Ekonomi Bisa Jadi Daya Tarik Masyarakat

Pengamat Sarankan PDIP dan PKS Bentuk Koalisi Bersama KIB Cegah Politik Identitas

Nama Anggota Bawaslu Dicatut Parpol

Anies ke Medan, MUKI Sumut Tegaskan tak akan Berpolitik Praktis di Pemilu 2024

Erick Thohir Punya Kemampuan Teknokratik dan Logistik Kuat untuk Jadi Cawapres

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image