Jokowi Persilakan Siapa pun Tafsirkan soal Pemimpin 'Rambut Putih'

Red: Agus Yulianto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (9/8/2022) pagi WIB, sebelum terbang untuk meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (9/8/2022) pagi WIB, sebelum terbang untuk meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah. | Foto: Dok Setkab

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Joko Widodo mempersilakan siapa saja menafsirkan pernyataannya tentang pemimpin berambut putih. "Ya ditafsirkan apa pun silakan; tetapi memang dalam orang bekerja, kalau sungguh-sungguh dan kerja keras, pasti akan memengaruhi fisiknya," kata Jokowi usai menghadiri acara Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakngatau Temu Akbar Pasukan Merah di Rumah Radakng Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (29/11/2022).

Jokowi menyinggung sosok calon pemimpin berambut putih saat menghadiri Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno(GBK), Jakarta Selatan, Sabtu (26/11).

Dalam kegiatan yang digelar kelompok relawan tersebut, Jokowi menilai, bahwa calon pemimpin dengan rambut putih adalah sosok yang benar-benar memikirkan rakyat, berbeda dengan tokoh dengan wajah mengkilap dan tanpa kerutan.

"Termasuk juga rambut, karena mikirnya sangat keras untuk rakyat, maka bisa saja rambutnya jadi putih; dan banyak yang rambutnya putih, seperti Hatta Rajasa, Ganjar Pranowo, termasuk Pak Prabowo Subianto, rambutnya juga agak putih, dan lainnya," tambah Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Pontianak.

Sebelumnya, dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion GBK, Sabtu, Jokowi menyampaikan pesan kepada ribuan relawan untuk memilih pemimpin yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat Indonesia. Dia menilai, kesungguhan pemimpin itu bisa dilihat dari tampilan fisiknya, seperti rambut dan perawatan wajah.

"Perlu saya sampaikan. Perlu saya sampaikan, pemimpin, pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya," kata Jokowi di GBK, Jakarta, Sabtu.

Pertama, menurut dia, seorang pemimpin yang memikirkan rakyat akan terlihat dari rambutnya. Dia menyinggung sosok 'rambut putih' yang disebutnya sebagai pemimpin yang memikirkan rakyat.

"Ada juga yang mikirn rakyat sampai rambutnya putih semua ada, ada itu," kata dia.

Sementara itu, terkait acaraTemu Akbar Pasukan Merah, Panglima Jilha Agustinus dari Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) mengatakan, kelompoknya bergerak di bidang adat dan budaya dalam mempertahankan serta menggali juga sejarah Dayak. Dia juga mendorong warga Dayak untuk maju.

Untuk diketahui, Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) adat Dayak yang bergerak di bidang pelestarian adat dan budaya. Tariu Borneo Bangkule Rajakng berusaha mempertahankan tradisi untuk mendorong masyarakat Dayak bersatu, maju, dan bermartabat.

"Ritual adat yang dilaksanakan di antaranya memohon kepada Jubata agar NKRI bisa semakin baik dan maju, serta perlindungan dari Jubata agar tanah ini bisa terus sejahtera dan masyarakatnya semakin makmur. Tentunya, kami sangat bergembira karena Presiden Joko Widodo mau hadir di Pontianak untuk kegiatan ini," ujar Agustinus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Permintaan Izin Tempur Relawan Jokowi Bentuk Intimidasi Politik

Jokowi: Pemimpin Indonesia ke Depan Harus Sadar Keberagaman

Jaga Stabilitas Politik, Jokowi Ingatkan Masyarakat Hindari Adu Domba

Viral Soal 'Pemimpin Beruban', Wagub Jabar Unggah Foto Bergaya Rambut Hokage Keempat

Hasto Sindir Ring 1 Soal Kehadiran Jokowi di Acara Relawan, Mensesneg: Tanya Panitianya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image