Jalur Tambang Parung Panjang Masuk Land Clearing

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Truk tambang melintasi jalan di Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Truk tambang melintasi jalan di Parungpanjang, Kabupaten Bogor. | Foto: Republika/Haura Hafizhah

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, berencana melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama dalam pembangunan jalur tambang Parung Panjang-Rumpin, di wilayah barat Kabupaten Bogor pada Desember ini. Saat ini, petugas di lapangan sudah melaksanakan land clearing sepanjang 9,4 kilometer.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanuddin, mengatakan, jalur khusus tambang ini sudah direncanakan sejak empat tahun lalu. Saat ini, pembangunan jalur tambang dilaksanakan oleh PT Jasa Sarana dan PT JB Group, dan tidak menutup kemungkinan bertambah dari PT lain.

Dia menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) jalur tambang sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Dimana hampir 90 persen kendaraan tambang yang selama ini berkutat di sekitar Parung Panjang-Rumpin, nantinya akan melewati jalur khusus tersebut.

“Informasi dari Camat dan Kades, masyarakat sudah beres. Ada beberapa perusahaan yang belum dibebaskan itu bukan tidak mau dan tidak mendukung. Tapi, kemungkinan dia ikut saham, jadi tanahnya dihitung berapa ditambah duit,” kata Burhanuddin, Rabu (30/11/2022).

Burhanuddin menyebutkan, rencananya Gubernur Jawa Barat ingin melaksanakan ground breaking pada awal Desember ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menyiapkan tiga titik untuk ditinjau oleh protokol Pemprov Jawa Barat.

Selama ini, kata dia, adanya operasional kendaraan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor menimbulkan sejumlah anugerah dan musibah. 

“Anugerahnya banyak, daerah situ berkembang perekonomian warga. Sedangkan musibahnya jalan sempit, debu, polusi, dan bahkan korban berjatuhan,” tuturnya.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat, Bambang Tirta Yuliono, mengatakan, adanya jalur khusus tambang ini merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Sebab, kendaraan tambang yang masih melewati jalan umum kerap menyebabkan sejumlah isu negatif seperti kecelakaan dan polusi.

“Sehingga salah satu upaya yang paling bisa dimungkinkan adalah kita ingin mencoba mempercepat untuk kita bangun yang namanya jalan khusus tambang,” ujarnya.

Jalur khusus tambang ini, kata Bambang, akan memiliki panjang sekitar 12,5 kilometer. Dengan outlet di Jakarta Outer Ring Road (JORR) 3, yang inilainya paling ideal.

“Jalur khusus tambang itu ya diperuntukkan dari mereka (pengusaha tambang), oleh mereka, untuk mereka. Poin pentingnya itu,” tegasnya.

Terpisah, Camat Rumpin, Ade Zulfahmi, mengatakan, Pemerintah Kecamatan Rumpin sangat mengapresiasi langkah percepatan pembangunan jalur tambang ini. Dengan dibangunnya jalur khusus tambang nanti, maka bisa dilakukan juga pembenahan infrastruktur yang ada di Kecamatan Rumpin.

“Kami berharap dengan selesainya jalan khusus tambang berbayar, atau istilahnya apa, kami berharap kerusakan infrastruktur yang diakibatkan armada truk ini bisa terkurangi sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, di wilayahnya kerap terjadi kerusakan infrastruktur, kecelakaan, faktor kesehatan bisa menyebabkan gangguan pernafasan lantaran operasional kendaraan tambang.

“Mudah mudahan dengan ini, kan rencananya sudah berlarut-larut ya cukup lama, mudah mudahan di masa akhir kepemimpinan pak ridwan kamil bisa terselesaikan. Dan ini sangat diharapkan masyarakat kecamatan Rumpin,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image