Semburan Air dari PLTM di Garut tak Berdampak ke Warga

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto

Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan.
Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan. | Foto: Foto Polsek Bungbulang Garut

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pipa saluran pembangkit listrik tenaga mikrohido (PLTM) milik PT Tirta Gemah Ripah di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, mengalami kebocoran pada Senin (28/11/2022). Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan.

Kepala Polsek Bungbulang, Inspektur Satu (Iptu) Usep, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya terdapat kerusakan di bagian atap bangunan Power House milik PT Tirta Gemah Ripah.

 

photo
Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan. - (Foto Polsek Bungbulang, Garut.)
 

"Bangunan yang rusak itu hanya bangunan milik perusahaan. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan lain," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2021).

Menurut dia, lokasi pipa yang bocor itu cukup jauh dari permukiman warga. Sekitar 300 meter. Karena itu, ia memastikan, tak ada warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

"Jadi ketika air bocor, air itu langsung kembali ke Sungai Cirompang, yang lokasinya dekat dengan sumber kebocoran," ujar Usep.

Dia mengatakan, kebocoran pipa PLTM itu diduga terjadi akibat pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Tim teknis perusahaan juga disebut telah melakukan analisis, bahwa di wilayah itu terjadi pergerakan tanah sepekan sebelum peristiwa kebocoran.

Namun, menurut Usep, pergerakan tanah itu tak berdampak ke permukiman warga. Saat ini, tim teknis dari perusahaan sedang melakukan proses perbaikan akibat kebocoran yang terjadi. "Sekarang sudah dalam proses perencanaan perbaikan," kata Usep.

Ihwal kerugian, Usep mengaku, masih belum bisa memastikannya. Namun, ida menduga kerugian cukup besar, lantaran operasional perusahaan tersebut sementara terhenti. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Helikopter Jatuh di Cibubur, Beruntung tidak Ada Korban Jiwa

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image