Emil Merapat, Golkar Mulai Rasakan Dampak Positif

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan jas kuning Partai Golkar saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023). Ridwan Kamil atau Kang Emil resmi bergabung dengan Partai Golkar setelah Ketua Umum Airlangga Hartarto menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) dan jas warna kuning Partai Golkar.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan jas kuning Partai Golkar saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023). Ridwan Kamil atau Kang Emil resmi bergabung dengan Partai Golkar setelah Ketua Umum Airlangga Hartarto menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) dan jas warna kuning Partai Golkar. | Foto: Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sudah resmi bergabung jadi kader Partai Golkar. Dikenal sebagai tokoh yang cukup interaktif di media sosial, dampak positif merapatnya pria yang akrab disapa Kang Emil itu mulai dirasakan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, popularitas dan elektabilitas memang baru bisa dilihat dari survei-survei. Namun, dia merasa, sambutan positif sudah terlihat di media sosial.

"Respons di media sosial cukup baik, selalu menjadi trending topik," kata Dave kepada Republika, Senin (23/1).

Saat ini, media sosial memang sudah bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk melihat popularitas seseorang. Terlebih, sosok Emil memang terbilang sangat aktif, bahkan cukup lentur bermedia sosial seperti di Twitter atau Instagram.

Maka itu, Dave berpendapat, sejauh ini untuk melihat dampak positif dari merapatnya Emil ke Partai Golkar bisa dilihat di media sosial. Nantinya, tinggal dicocokkan dengan hasil survei terkait bergabungnya Emil ke Golkar.

Terkait popularitas Ridwan Kamil di media sosial, ia menekankan, Partai Golkar sedang pertimbangkan itu sebagai salah satu amunisi. Terlebih, Emil memiliki basis massa yang cukup besar di media-media sosial seperti Twitter dan Instagram. "Pastinya, sedang kita pertimbangkan," ujar Dave.

Di Twitter saja, misalnya, Ridwan Kamil lewat akun resminya @ridwankamil sudah memiliki 5.465.488 pengikut per 23 Januari 2023. Kemudian, di Instagram, lewat akun @ridwankamil, Emil sudah memiliki 19,8 juta pengikut per 23 Januari 2023.

Terkait itu, dia berpendapat, peningkatan peminat sudah dapat dilihat terhadap Partai Golkar, terutama dari generasi muda. Terlebih, Kang Emil memang masuk pertama kali ke Partai Golkar melalui organisasi pemuda yaitu Kosgoro 1957.

Dave berpendapat, pemilih muda dan pemilih tradisional memang memiliki cara yang berbeda dalam menyuarakan dukungannya. Karenanya, dia meyakini, merapatnya Ridwan Kamil akan menjadi salah satu amunisi penting memenangkan Golkar di Pemilu 2024.

"Justru, yang baru-baru ini yang menjadi basis masa kita nantinya. Kita yakin kehadiran Kang Emil akan menambah elektabilitas Partai Golkar," kata Dave. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


DMI Papua Barat Antisipasi Kampanye Politik di Masjid

Survei: Anies Menangi Pemilu Jika Ganjar tidak Nyapres 

Gerindra Harapkan Keputusan Capres-Cawapres pada Maret

Gerindra: Prabowo Tindak Lanjuti Hasil Ijtima Ulama Nusantara

Soal Peluang Diusung Capres, Sandiaga: Prerogatif Pimpinan Partai

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

[email protected]

Ikuti

× Image