Bupati Sukabumi: Warga Harus Makin Peka Paham Radikal

Red: Ratna Puspita

Bupati Sukabumi Marwan Hamami.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami. | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, agar makin peka dan waspada terhadap masuknya paham radikal ke daerahnya masing-masing. Ia terkejut atas laporan Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan terhadap rumah yang berada di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Rumah itu didiami oleh terduga teroris yang ditangkap di Mangga Dua, DKI Jakarta, tersebut. “Saya sebagai bupati meminta masyarakat semakin peduli dengan lingkungan sekitar seperti warga asing yang datang wajib lapor 1x24 kepada pengurus RT," katanya di Sukabumi, Jumat (2/4).

Baca Juga

Menurutnya, tingkat kepekaan dan kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan dan lebih berhati-hati. Sebab semakin tidak peka dan tidak peduli dengan lingkungan, peluang mereka (penyebar paham radikal/terduga teroris) akan semakin mudah untuk melakukan kegiatannya.

Karena itu, kegiatan sekecil apapun pelaku teror harus semakin dipersempit ruang geraknya agar mereka tidak bisa menyebarkan paham terlarangnya tersebut. Warga harus memperketat tamu yang datang ke daerahnya masing-masing dan wajib lapor dengan menunjukkan kartu identitas.

Tak hanya itu, Marwan juga meminta masyarakat kembali menggalakkan kegiatan sistem keamanan keliling atau siskamling dan menerapkan peraturan tamu wajib lapor 1x24 jam dan para tokoh agama, masyarakat maupun pemuda harus bisa memberikan edukasi agar tidak ada warganya yang terkontaminasi oleh paham radikal.

"Bukan maksud mencurigai, tapi lebih kepada pencegahan demi kebaikan kita bersama. Boleh welcome kepada siapa saja dan dari mana saja. Tapi aturan tamu wajib lapor 1x24 jam harus diterapkan," tambahnya.

Marwan mengatakan banyak cara yang dilakukan penganut paham radikal untuk untuk menyebarkan ajaran sesatnya tersebut, untuk warga harus semakin peka dan jangan mudah teriming-imingi. Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan terus meningkatkan rasa toleransi khususnya antarumat beragama. 

"Jangan mudah dipecah belah mari kita perkuat rasa persatuan dan kesatuan," imbaunya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Komisi III DPR Dorong Ulama Dilibatkan Berantas Terorisme

Mengapa Terorisme Sulit Dihentikan? Ini Jawaban Muhammadiyah

MUI dan Tokoh Lintas Agama: Mari Perkuat Tali Persaudaraan

Penghuni Rumah yang Digeledah Densus 88 Jarang Bergaul

Ketua MUI Jelaskan Mengapa Perempuan Terlibat Aksi Terorisme

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image