Soroti Fenomena Gangster Bogor, KPAD Minta Orangtua Bekali Ilmu Agama

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Sejumlah anggota geng motor All Brothers Netrals bersimpuh di kaki orang tuanya saat deklarasi pembubaran geng motor di Polres Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polres Bogor berhasil mengamankan 18 anggota geng motor All Brothers Netrals yang masih di bawah umur, dan sekaligus mendeklarasikan pembubaran geng motor tersebut.  (Ilustrasi)
Sejumlah anggota geng motor All Brothers Netrals bersimpuh di kaki orang tuanya saat deklarasi pembubaran geng motor di Polres Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polres Bogor berhasil mengamankan 18 anggota geng motor All Brothers Netrals yang masih di bawah umur, dan sekaligus mendeklarasikan pembubaran geng motor tersebut. (Ilustrasi) | Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kelompok gangster yang melibatkan anak usia SMP dan SMA se-derajat tengah membuat masyarakat Kabupaten Bogor resah. Hal ini pun menjadi sorotan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, yang meminta agar masing-masing orangtua memperhatikan anaknya dan membekali ilmu agama.

Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Waspada, mengaku, sangat prihatin dengan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kelompok yang diduga melibatkan anak-anak usia remaja. Kelompok tersebut ditengarai melakukan kekerasan terhadap orang-orang tak bersalah di tengah jalan yang sepi.

Baca Juga

Waspada menjelaskan, beberapa penyebab munculnya kelompok gangster tersebut diantarnya kurangnya perhatian dan kasih sayang orangtua. Serta minimnya pemahaman agama. 

“Kami menghimbau kepada seluruh orangtua dan masyarakat untuk  melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap prilaku anak-anak agar tidak terjebak masuk kelompok gangster yang meresahkan masyarakat dan merusak masa depan anak-anak,” kata Waspada dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

Waspada mengingatkan orangtua agar meningkatkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anak-anak. Serta menghindari segala bentuk kekerasan terhadap anak dalam keluarga sehingga anak merasa aman dan nyaman dalam keluarga. Dengan demikian anak tidak mencari perhatian dan kasih sayang diluar rumah yang bisa jadi justru terjebak salah pergaulan. 

“Selain itu anak-anak harus dibekali pemahaman ilmu agama, dengan pemahaman agama yang cukup, insyaallah, anak-anak tidak mudah terpengaruh dengan ajakan prilaku menyimpang. Intinya kita ciptakan ‘Baity Jannaty’, agar anak-anak betah dirumah dan menjadi anak yang saleh dan salehah,” jelasnya.

Selain itu Waspada berharap, Aparat penegak hukum, bergerak cepat mengatasi masalah tersebut, dan anak-anak yang terlibat dalam gangster mendapatksn pembinaan. 

Insyaallah, KPAD Kabupaten Bogor siap untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat prilaku menyimpang tersebut bersama-sama aparat penegak hukum,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


KPAD Bogor Tangani 112 Kasus Kekerasan Anak dalam Setahun

KPAD Kabupaten Bogor Telah Tangani 112 Kasus Anak

KPAD Kabupaten Bogor Minta Hotel Perketat Pengawasan Tamu

Kabupaten Bogor Kini Punya Komisi Perlindungan Anak

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image